Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2016

Internet:antara kebutuhan akan informas dan pemuasan naluri purba manusia

          Internet: Diantara kebutuhan akan informasi dan pemuasan naluri purba manusia. Keangkara-murkaan yang merupakan naluri purba manusia kini semakin dipermudah untuk diekspresikan melalui media internet. Internet adalah lautan ilmu tanpa batas,apapun bentuk informasi dan ilmu pengetahuan ada diinternet.

            Bila dahulu kita ingin mencari materi pembelajaran atau ingin mencari bahan referensi untuk menulis buku,artikel, kita harus mencarinya ditumpukan rak-rak buku perpustakaan,kini kita cukup buka browser,ketik kata yang kita butuhkan,jreng...! Hamparan jutataan imformasi terpampang dilayar monitor,siap untuk diolah

.  Apa unaluri purba?
             Naluri purba* adalah istilah lain dari nafsu keangkara murkaan,punya sifat merusak terhadap orang lain maupun merusak diri sendiri. Apa bentuk dari nafsu keangkara murkaan? Sex/pornografi dan menyerang orang lain adalah bentuk keangkara murkaan yang banyak sekali dijumpai diinternet terlebih dimedia sosial.

              Tengoklah di media-media sosial populer,twitter,instagram maupun facebook.Jutaan haters siap menyerang anda dengan membabi buta. Para "abu lahab jaman modern" ini siap mem-bully anda tanpa belas kasihan. Alasan "penyerangan" para haters bisa macam-macam.Bisa karena beda pandangan politik,beda agama,beda warna kulit(ras) maupun perbedaan yang sifatnya remeh-temeh semisal beda artis idola.

                Bila anda publik figure atau tokoh politik yang punya banyak follower maka disitulah tempat para haters bersemayam untuk menuntaskan nafsu keangkara murkaannya.
                Mengapa para haters itu begitu militannya dalam menyerang publik figur ataupun tokoh politik yang dibencinya?Hal ini bisa terjadi karena para haters itu sering membaca berita-berita provokatif dari situs-situs maupun akun-akun media sosial pengobar kebencian.Sehingga rasa amarah menumpuk dalam dada dan sanubari para haters..

SITUS-SITUS DAN AKUN-AKUN PENEBAR KEBENCIAN

                 . Disini letak dilematis di era teknologi imformasi.Disatu sisi kita ingin mendapatkan informasi yang bisa menambah wawasan dan intelektual kita.Di sisi lainnya kita juga menerima informasi yang tendensius,terdistorsi dan mengobarkan rasa benci yang meluap-luap.

 Pornografi Nafsu keangkara murkaan diinternet
               
                     Berikutnya adalah pornografi. Dari Dulu bentuk pornografi memang sudah ada. Sejak jaman stensilan,buku kecll hanya teks tanpa gambar,yang mampu mengajak pembacanya berfantasi ria. Sampai dalam bentuk kaset betamax,VCD hingga DVD pornografi.Tapi untuk mengkonsumsi itu semua dibutuhkan ruang khusus dan waktu tertentu.

                   Tapi dijaman sekarang ini,dimana internet ada dalam genggaman tangan, untuk menikmati konten pornografi dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa batas. Internet semestinya memberikan informasi yang mencerahka. Alih-alih menambah wawasan, Tapi karena yang dibaca situs-situs dan akun-akun penyebar hoax dan buzzer-buzzer penebar kebencian tak bertanggung jawab.Kita malah memupuk rasa amarah pada sesama anak bangsa.Saling caci maki tak berkesudahan.

                   Menghina,merendahkan sesama.Rasa benci begitu gampangnya diumbar diinternet.Belum lagi situs-situs penstimulus syahwat hewani dengan mudahnya diakses.Mau dibawa kemana generasi muda penerus bangsa ini?
                  Tapi untungnya para pemangku kebijakan negeri ini tanggap,dengan di revisinya undang-undang LT E,maka pengaruh negatif internet bisa dikurangi. Sebagai penutup tulisan ini,saya meng-share sebuah Quote dari Imam Ghozali berikut ini

 Seorang manusia
bukanlah manusia jika
tendensinya meliputi
kesenangan diri,
ketamakan, amarah dan
menyerang orang lain. ( Imam al-Ghazali )

Selasa, 20 Desember 2016

KEBENGISAN PREMAN VERSUS KEBRUTALAN JALAN TUHAN (JIHAD)

         Beberapa preman di daerah priok mendatangi toko di pasar impres,meminta dgn paksa beberapa item produk dan sedikit uang.Siempunya toko,babah along mencoba menberi penjelasan dan argumen agar barang-barangnya jangan diambil dan babah along mengancam akan melopor polisi,tapi agaknya preman2 itu tidak peduli mereka tetap saja menggasak barang yg bukan miliknya itu.Setelah itu para preman itu kabur dgn sepeda motornya,tentu saja babah Along marah2 sambil mengeluarkan sumpah serapah,dihidungnya mengalir darah bekas tinju yg sempat dilayangkan sorang preman..


        Disebuah pos ronda tak terpakai para preman itu tertawa melihat barang rampasannya.aku melihat seorang diantara mereka tercenung di ujung bangku,dia juga tidak menyentuh barang-barang itu,kenapa? dia ltu preman senior dan lebih tua dari rekan-rekannya.
Mungkin jauh dilubuk hatinya dia merasa berdosa atas perbuatannya tadi siang dan masa-masa yg telah lalu..

.
        Tanyakan pada para penjahat,perampok,pembunuh,maling pasti dihati mereka tahu bahwa segala perbuatan mereka itu salah,melawan hukum negara dan hukum tuhan.
jadi penjahat kriminal yg paling kejipun pasti mengakui mereka berdosa! Tapi coba tanyakan pada para teroris yg mengatas namakan agama,apa mereka merasa bersalah telah membunuh orang-orang  tak berdosa?

         Mereka para teroris justru bangga atas perbuatan biadab yg telah mereka lakukan.mereka membunuh atas nama Tuhan,bahkan mereka merasa inilah jalan Allah. dan niscaya akan masuk surga,yang dibawahnya mengalir sungai-sungai dan ditemani para bidadari cantik.

        Mereka membuat kekejian dan kebiadaban atas nama Tuhan.mereka seolah menggantikan peran Tuhan. gilaaa!!! seorang manusia menggantikan peran Tuhan yg maha kuasa? Maka...akibatnya adalah bencana,bencana kemanusiaan.

         Menbunuh orang kafr itu hanya Allah yg punya wewenang,yg menentukan seorang masuk syurga hanya Allah bukan siapapun, ingat bukan siapapun!!! tugas manusia di muka bumi ini sebagai khaiifah yg merawat alam bukan menghancurkannya.jadi...jangan merasa lebih suci dari siapapun.kamu cuma manusia biasa jangan sok mendapat mandat Tuhan,memang kamu itu siapa? kamu itu lebih rendah dari penjahat mapapun. Lebih baik harta dan kecerdasanmu disumbangkan untuk kemaslahatan seluruh umat manusia.bukan untuk menumpuk rasa benci dan dendam terhadap sesama umat manusia...